Perang AS-Israel Antara Iran Sudah Menggunakan Teknologi Canggih, Komisi I DPR: Posisi Siaga 1 TNI Tidak Signifikan

Perang AS-Israel Antara Iran Sudah Menggunakan Teknologi Canggih, Komisi I DPR: Posisi Siaga 1 TNI Tidak Signifikan

Konflik AS-Israel melawan Iran saat ini sudah menggunakan teknologi canggih seperti drone, rudal kendali, maupun pesawat siluman, yang memasuki hari ke-10 pada 9 Maret 2026 dengan serangan ke fasilitas minyak hingga infrastruktur energi.

Sebagaimana, panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 sejak 1 Maret 2026 melalui telegram TR/283/2026 untuk antisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap keamanan nasional Indonesia.

Namun, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai status Siaga 1 TNI tidak signifikan, karena perang modern lebih mengandalkan teknologi tinggi, bukan pasukan konvensional di darat.

Ia menyebut penempatan satuan biasa untuk patroli darat “irrelevant” terhadap senjata seperti drone dan peluru kendali yang digunakan AS-Israel-Iran.

Berbeda dengan Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono mendukung langkah TNI sebagai komitmen keamanan nasional, meski bukan berarti Indonesia akan terlibat perang.

Di sisi lain, Koalisi masyarakat sipil juga mengkritik status Siaga 1 sebagai inkonstitusional karena seharusnya ditetapkan oleh Presiden dan DPR, bukan Panglima TNI.